Makassar Macet

Senin, 22 April 2013




Salah satu realita yang kita jumpai belakangan ini adalah macet. Yaa..Makassar macet. Ini adalah hal yang menjadi konsekuensi dari pembangunan  dan perkembanagn ekonomi yang tidak seimbang. Makassar yang katanya sudah metropolitan, menjadi mustahil baginya jika terhindar dari masalah macet, jika tidak berimbang dengan perubahan system pembangunan atau system transpotasi.
Yang mengherankan adalah, masyarakat kita lebih suka menjadi komentator dan mengkritik dari pada membantu pemerintah mencarikan solusi untuk ini. Atau setidaknya jika tidak bisa membantu menemukan solusi, maka berusahalah menajdi warga Negara yang baik, yang taat pada peraturan lalu lintas. Yaa bagiamanapun lalu lintas itukan milik kita bersama. Yang pakai bukan hanya satu atau dua orang saja. Dan bukan hanya pemerintah saja.
Harusnya kita semua merasa memiliki tanggung jawab untuk masalah macet ini. Bukan hanya mengomel dan selalu menyalahkan pemerintah. Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan.
Salah seorang pengamat mengatakan bahwa diantara penyebab macet di Makassar adalah kurangnya akses ‘jalan lingkar luar dan juga karena Makassar menggunakan system transportasi campuran.
Kurangny akses jalan lingkar luar,dimana seharusnya ada jalan yang langsung menghubungkan  Timur dan barat tanpa ada hambatan,semacam fly over misalnya. Ini akan sangat membantu, menghindadarkan makassardari macet. Belejar dari kota kota kecil yang sedang dalam pembangunan, seperti Gorontalo, sudah membangun jalan jalan akses lingkar luar, itu merupakan antisipasi awal, jika kelak kota itu sudah maju dan perkembanagn ekonomi yang sangat pesat. Yang kedua adalah system transporttasi yang masih campuran, dimana kita jumpai di Makassar ini, mobil,motor, becak,bentor berada pada lokasi yang sama. Ini juga merupakan penyebab macet paling besar. Di kota kota maju dunia, yang menejemen dan tata kotanya sudah bagus,kita tidak lagi menjumpai system transportasi seperti ini. Ada baiknya jika di lakukan pembagian kawasan beroperasi untuk tiap tiap jenis angkutan. Agar terciptanya lingkungan dan transportasi yang baik. Karena transportasi suatu kota juga bisa menjadi citra tersendiri untuk kota itu sendiri. Dan mari mulai dari diri sendiri. Ketika kita tidak bisa mengubah apa yang ada di luar jangkauan kita, maka unbahlah mulai dari yang terjangkau dulu. Yaitu diri kita sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejak ya... :)