SEJUTA KEJUTAN DI TOWR WILAYAH SULSEL FLP

Rabu, 01 Januari 2014


TOWR FLP SULSEL
Saya tidak tahu, harus mulai dari mana. Rasanya ada banyak yang ingin saya ungkapkan. Segala rasa, pengalaman, ilmu dan ukhuwah. Banyak.
Saya mulai saja dengan info ada nya TOWR FLP wilyah Sulsel. Karena memang sudah tercatat menjadi anggot FLP Ranting UNM, kami di minta untuk menjadi panitia pada event itu. Saya ok ok saja. Tidak masalah selama kegiatan di luar jadwal kuliah. Rencana awal akan diadakan di bulan November, namun kemudian di tunda hingga 27-29 Desember. Karena simpang siur jadwal dan kabar, juga jadwal kuliah yang padat, saya bahkan tidak pernh mengikuti rapat panitia.
Hingga H-1, Ketua FLP Ranting UNM (K Ismi Kurnia Dewi Istiani) memaksa saya mengikuti tecnikal meeting, yang diadakan di pelataran kampus UMI. Saya pun pergi.
Di sinilah bermula kejutan kejutan itu.
Butterflies
Karena alasan beberapa peserta dan juga panitia yang tidak tentu waktunya, akhirnya waktu tecnikal meeting dibagi atas dua sesi. Sesi pertama pukul 13.00 dan yang kedua pukul15.00. Saya ikut yang sesi pertama.
Selesai sesi pertama, saya masih duduk-duduk dan terus mengobrol dengan kakak FLP lain yang baru saja saya kenal. Mengingat belum makan siang, saya mengajak adek yang barengan dengan saya berangkat dari rumah untuk beli gorengan, biasanya di mesjid UMI ada gorengan yang di jual. Tapi saya tidak mendapatkan pejual makanan di sana, saya pun akhirnya singgah di sebuah lapak buku. Seseorang menjual buku di sana, sambil berbaring membaca bukunya.
Pemandangan dari penginapan
Saya berbalik dan…seseorang tersenyum  pada saya. Wajah yang sangat saya kenal. Sahabat lama, lama tak bertemu maksudnya karena kita kuliah beda kota. Bahkan mungkin lebih dari 3 tahun tidak bertemu. Ratu Bulkis Ramli. Sahabat SMP dulu di ma’had. Saya menyambutnya dan berpelukan penuh rindu. Ternyata dia menjadi peserta. Dia mendapatkan info dari teman SMA nya yang  merupakan anak FLP Unhas. Waah, ini kejutan yang sangat mengharukan. Saya sangat bahagia, bertemu lagi denganya. Karena khawatir hujan,saya harus pamit duluan, toh kami akan bertemu lagi di kegiatan nanti.
Bareng Mba Afifah Afra



Hari Jumat, bada sholat Jumat, saya berangkat bareng adek adek yang menjadi panitia, dan salah seorang adalah peserta. Lalu berkumpul di satu tempat dan berangkat bareng bareng. Pesertanya cukup banyak. Akhwat 50 an orang ikhwan 30 an orang. Dan panitia sekitar 30 orang.  Dengan pete pete menuju Bantimurung. Saya sedikit khawatir, karena kondisi cuaca yang selalu hujan. Tapi kemudian saya meyakinkan diri.
Kejutan berikutnya, adalah di tempat tujuan. Saya bertemu junior saya di ma’had. Shafiyah Zakiyah. Seorang adik kelas yang sudah menikah bahkan sudah punya baby. Dia membawa baby-nya, waah sungguh semangat dan keberanian yang luar  biasa. Bagaimana pun sekarang adalah musim hujan, dan dia nekad membawa baby-nya keluar rumah, bahkan keluar kota untuk ikut kegiatan yang diadakan selama 3 hari. Saya memeluknya penuh rindu, dan karena saya baru bertemu anaknya. Well jadilah saya menggendong dan menciumi bayi manis nan gemesin itu. Dan ternyata bayimanisitu menjadi primadona semua pesertadan panitia. Dia digendong semua orang, diopor ke sana ke mari. Syukurnya sang bayi tidak rewel, tidak menangis bahkan beraksi lucu. Jadilah sang Bunda belajar dengan tenang, baby-nya punya banyak fans. hehe
bantimurung's waterfall
Sebelumnya saya diberi tahu, bahwa saya dapat job moderator untuk materi  Teknik Menulis Essay. Cukup senang, karena dapat job itu, terus karena sang pemateri adalah seseorang yang sudah lama ingin saya kenal, juga karena saya suka menulis essai. Saya tahu, seseorang pasti sudah menyodorkan dan mengupayakan nama saya yang jadi moderator untuk teknik menulis essai ini. Semoga dia merasa jika dia membaca ini. Terlepas di kepenitiaan memang saya berada di seksi acara. Jadi penugasan moderator ini,mungkin sedikit banyak adalaha kerja saya. Tapi tetaplah saya mengucapkan terima kasih untuknya.
Kejutan hari kedua adalah kami kedatangan peserta baru, yang ternyata adalah teman dan junior saya juga dulu di ma’had. Lisa dan Syahidah. Kami berpelukan penuh rindu, dan menyapa dengan kebiasaan kami dahulu, memukul dan saling mengejek karena rindu. Saya sangat surprised. Betapa saya bersyukur bertemu dan berkumpul dengan mereka seperti ini. Sebelumnya dibagian ikhwan saya melihat junior saya juga di ma’had. Adiawan Erwin. Sempat menyapanya dan ternyata masih usil kayak dulu. Semakin lengkaplah rasa bagaia di tempat ini. Alhamdulillah.
Saya tidak berhenti terkejut. Betapa bahagai dan terharunya bisa berkumpul lagi seperti ini. Unforgotable moment. Bertemu dengan anak anak FLP dari berbagai kampus dan daerah (bahkan seperti kopdar, karena selama ini kenal di dumay, sekarang sudah bertemu langsung), juga peserta yang antusias kekocakan peserta, ketua panitia yang gokil, pembina yang bijak( K Gegge), pemeteri yang sudah sejak lama ingin dilihat wajahnya (Afifah Afra) juga teman teman yang luar biasa ini. Bercerita panjang lebar, melepas rindu ,mengembalikan kekocakan kekocakan yang dulu.
Bareng Asia, my junior's daughter, 'mana mata ta satu 'ammah'? :D
Alhamdulillah,saya bertemu mereka, dan juga sempat berdiskusi dengan Mba Afifah Afra tentang novel ketiga dari tetraloginya De Conspiracao (sebuah konspirasi) karena setting dari novel ini adalah di Ende, Flores. Dan juga karena saya sudah pernah baca bagian pertama dan kedua dari novel ini sejak SMA. Saya tidak bisa menggambarkan senangnya saya bertemu beliau. Saya menyukainya sejak membaca bagian pertama novel ini, De Winst. Lalu bagian keduanya,De Lifede. Saya mengajak beliau ke Flores, karena menurut pengakuannya dia tidak ke Flores, yang melakukan riset adalah temannya orang Ende. Beliau senang, dan berniat ke Flores suatu saat, melihat tempat latar novel yang dibuatnya, bersama anak anaknya untuk liburan. Beliau sanngat humble.Pribadi yang sangat mengagumkan. Tidak main main, beliau membutuhkan 2 tahun untuk riset setting novel ini. Sayang beliau hanya bawa 2. Dan saya kehabisan. Saya memang kagum dengan penokohan dan penggambaran setting Mba Afifah. Sampai saya mengaku kepada beliau bahwa dulu saya dan teman teman jatuh cinta dengan Rangga Puruhita, tokoh pada novel ini. Beliau tertawa.
Sekali lagi unforgotable moment. Alhamdulillah saya diberi kesempatan join event ini. Bertemu dan mengenal banyak orang. Got knowledge, experience, friends, ukhuwah, dll. Begitupun dengan cerita yang lain. Tentang kolam, hujan, dingin, tidak ada sinyal, gunung, air terjun, penginapan dll.    ‘Semoga pemadam kebakaran yang kita temui tidak memadamkan semangat kita’. Keep write! Berbakti-berkarya-berarti!


BantimurungPenghujungDesemberDuaRibuTigaBelas


31 Desember 2013
Rahma Afnan
 



7 komentar:

Unknown mengatakan...

koreksi : tecknikal = technical meeting :)

sukaaaaaaaa deehhh. :)

Rahma Afnan mengatakan...

Hehe sy ragu sih sebenarx tntang itu, tengkiyu

Khaeriyah Nasruddin mengatakan...

Saya senang banyak orang yang kujumpai di Bantimurung.
Orang yang sebelumnya hanya kukenal lewat Fb. :)

Khaeriyah Nasruddin mengatakan...

Oya, kak fotonya saya copy satu, ya. :D

Sweet Monkey mengatakan...

uhuk :* uhibbukifillah Rahma Hidayah Sholehah :)

Rahma Afnan mengatakan...

Uhibbuki jg <3 :-D

Unknown mengatakan...

Behh... Main mention2 tnpa permisi, dsbut usil lg :p

Posting Komentar

tinggalkan jejak ya... :)