Belajar Mengakui

Sabtu, 27 Desember 2014



Gruvi, my girls,(ummu, evha, icha, uchi dan akyuu)
Manusia mengalami banyak rasa sakit dalam hidupnya. Sala satunya adalah sakit karena kalah dalam kompetisi. Tentu semua akan berkata ini adala sesuatu yang wajar. Tapi tetap saja sakit bagi yang merasakannnya.
Tapi akhirnya saya menyadari, hanya orang merasa sakitnya kekalahan yang bisa belajar menerimanya. Benar benar belajar menerima kekalahan. Tak sekedar mengoceh yang semua orang pun bisa. Pun tentang cerita kekalahan kemarin. Akhirnya kita belajar mengakui kehebatan orang. Walau itu sakit. Begitulah kehidupan mengajarkan.

Kalah lomba cerdas cermat Al Quran. Inilah salah satu kenapa Fakultas MIPA nya UNM begitu dikenal dan juga aman dari pemberitaan miring. Karena banyak mahasiswanya hapal Al Quran. Mesjid fakultas yang selalu penuh dengan kajian kajian agama. Yang hampir tak muat saat waktu sholat. Dosen dosen berhenti mengajar ketika azan dikumandangkan. Maka tak heran, cerdas cermat AlQuran tingkat universitas kemarin mereka mengeliminasi banyak grup di babak penyisihan. Dan 2 dari 4 group di babak final adalah dari FMIPA. Yang duanya lagi dari Psikologi.  Soal yang menurutku tingkat kesusahannya cukup bikin tegang. All of it, kemarin itu benar benar luar biasa. J
Tapi saya mendapati kenyataan yang berbeda, saat keluar dari ruangan dengan hati berdarah karena kalah di lantai 2 gedung Phinisi. Di pelataran gedung  sedang heboh banget. Mahasiswa demo atau tawuran atau entahlah. Tiba tiba saya bersyukur, di antara sebagian mahasiswa UNM sebenarnya begitu banyak yang mengejar prestasi dan tidak hanya demo saja, bakan tidak punya urusan dengan itu. Bahkan mahasiswa yang berkumpul dalam ruangan itu entah berapa banyak dari mereka yang hapal Quran.
Waah Phinisi benar benar sibuk. Lantai 3 ada promosi doctor, lantai 2 MTQ tingkat universitas, di pelataran ada demo. Ahh.. terserahlah, saya mau pulang. Dan akhirnya mendapati kampus tercinta, Parangtambung demo juga, bahkan sedikit parah. Polisi banyak dan sempat menyebabkan macet total.
Tapi lihatlah apa yang diliput wartawan?! Tentang demo, SAJA!  Apa memang hobinya memberitakan yang buruk  saja? :P
Dan tentangg kekalahan kali ini, Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. :)

Makassar, 25 Desember 2014

2 komentar:

Aisyah Istiqomah Marsyah mengatakan...

Hei, miss you. ganbatte! ;)

Rahma Afnan mengatakan...

I miss youu too k Iis.. gmn kbr ddi Jakarta??

Posting Komentar

tinggalkan jejak ya... :)