Hati

Senin, 30 September 2013

Andai hati bisa di lihat

Maka kita akan melihat hati hati di sekitar kita
Yang bersih, bening, dan jernih

Lalu kita menoleh ke arah yang lain
Ada yang kelabu, teriris , terluka bahkan berdarah

Lalu pada arah lainnya
Ada hati yang hitam, penuh noda bahkan berbau busuk

Kemudian kita tengok hati kita??
seperti apa rupannya?? adakah lebih baik, atau malah lebih buruk??

masing masing hati menggambarkan sang empunya. di mana mana orang akan berlomba lomba memperbaiki hati mereka seperti orang berlomba memperbaiki bentuk rupa sekarang. Salon salon kecantikan hati akan penuh, seperti penuhnya salon salon kecantikan wajah.

Apa kabar hati??

Mr. Glasses

Jumat, 27 September 2013

“Kiri pak,”ujarku ke Pak Sopir,tepat di depan sebuah mini market dekat kosan-ku.
Aku turun dan menyodorkan Rp.4000,-ke arah sopir angkot. Aku baru saja pulang dari menduplikat kunci kosan-ku. Beberapa bulan lalu, kos kami kemalingan dan kunci nya di bawa lari sama si maling. Terpaksa harus duplikat lagi.
Aku berniat mengecek ATM ku. Mama barusan menelfon, katanya dia baru saja mentransfer uang. Dan ATM terdekat dari kosan adalah di mini market ini.
Jalanan tampak ramai, sementara saya harus menyebrang jalan untuk mencapai mini market. Bandwith jalan ini memang kecil tapi banyak di lalui oleh kendaraan, jadinya ramai. Tak jarang di sini sumber macet pagi dan sore hari.
Aku berusaha langsung menyebrang, tapi padatnya kendaraan yang lewat membuatku mengurungkan niatku. Dan memundurkan langkahku lagi. Aku menoleh ke arah kanan, dari arah kendaraan datang.
Mataku terpana, oleh seseorang yang menghalangi pandanganku. Beberapa meter dari tempatku berdiri seseorang laki laki tampak menoleh ke arahku. Dari wajah dan penampilannya ku tebak dia adalah mahasiswa. Dia di atas sepedanya, tampaknya ingin menyebrang juga.
Aku sempat berdegup kencang di buatnya. Dia berkacamata. Celana panjang hitam yang hanya sampai di atas mata kaki. Jaket almamater hitam.Sangat mirip Luky Perdana, bahkan awalnya aku kira dia Luky Perdana, tapi kemudian aku berpikir ngapain Luky Perdana ke sini hehhehe. Kan pasti udah di kerumuni fans tuh.  Dan satu lagi, dia berkulit hitam manis.
Aku masih terbius ketika dia mengalihkan pandangannya. Wooowww..ini betul betul luar biasa. Aku semakin berdegup kencang ketika dia agak mendekat ke arahku. Matanya awas memandangi kendaraan yang lewat. MasyaAllah. Dia 100% gagah. Aku beristigfar dalam hati. Sesaat sebelumnya aku berharap agar kendaraan itu tidak berhenti. Hahhaha.
Aku kembali focus pada mobil-mobil yang lewat. Ini memang sudah pukul 17.03. Hmm memang waktu pulang kerja, wajar padat begini jalannya. Dia berada di sebelah kanan saya, jadi dia yang akan mulai menyebrang duluan, aku akan ikut. Nanti di jalur kiri, aku yang akan membuatnya menyebrang gratis hehhhe.
Dari arah sana tampak sebuah bentor di belakang angkot berjalan lambat. Hmm ini dia kesempatanya. Aku melihatnya bersiap siap mengayuh. Aku pun mengambil ancang ancang. Sesaat kemudian jalanan jalur kanan tampak kosong, aku mengikutinya menyebrang tapi tetap di posisi ku. Aku tak meliriknya lagi.Seluruh perhatianku terpusat pada lalu lintas. Saya sampai di tengah jalan. Tempat lajur kiri. Aku berhenti sejenak. Mengawasi kendaraan dari arah kiri. Sejenak aku teringat, doi pasti berhenti juga, aku menoleh ke belakang, OMG, dia tepat di belakangku. Sejenak aku berpikir, mungkin dia menungguku menyebrang. Dan dia akan mengekoriku. Baiklah, aku akan “membimbingmu” menyebrang. Bukankah aku harus balas budi. ? Hehhehe. Aku menggerakkan tanganku seperti orang yang menyetop mobil atau menyuruhnya pelan pelan, sambil melangkahkan kaki ku pelan.  Seterusnya aku melangkah dengan pasti ke pinggran jalan.
Di tepi jalan, ekor mataku menatapnya mengayuh pelan beberapa meter di sampingku.  Ketika Aku melangkahkan kaki ke arah kanan, tepat pintu masuk mini market, aku hampir menabrak ujung roda sepedanya. Rupanya dia ingin menyalib ke kiri. Kearah apotik di samping mini market. Ouuhh.. Goshh!! Dia mengerem. Aku berlalu sambil tersenyum. Apa kau mengucapkan “thank you??”. With pleasure “you’re welcome”. :). Aku meneruskan langkahku ke dalam mini market. Aku masih tersenyum sendiri membayangkan kisah mini nan lucu. Dari seberang jalan dan berakhir di seberang yang lainnya. Petugas mini market membalas senyumku. Aku merasa bersalah, senyum itu bukan untuknya. Tapi untuk seseorang yang tidak melihatnya. Hahhhhaha. Dari balik kaca, aku melihat sebuah sepeda terparkir gagah. He is gone :D. Astagfirullah

Pic dan Persepsi ^_^

Jumat, 24 Mei 2013


Siang itu (kurang ingat tepatnya..hehhe mungkin sebulan lalu), ketika saya dan teman teman lagi break di taman kampus sambil menikmati fasilitas wifi. Semua mengembara di dunia maya, ada yang sekedar nengok 'rumah' nya di sosial network, yang lain browsing jawaban tugas atau materi kuliah dan sebagian malah download film dan lagu lagu kesukaan, sambil tak henti henti ngobrol yang di susul ketawa bareng. Lepas seperti tanpa beban,,padahal tugas menumpuk, sebentar lagi asistensi yang mungkin akan 'dibantai' oleh asdos, laporan yang belum ACC... ah itu urusan belakang mah... sekarang online dan refresh dulu... :D

Saya pun gabung,, masuk dalam majelis dua dunia itu, dunia maya dan nyata dalam waktu yang sama, sayang nya di nyata lagi bareng, tapi di dunia maya punya urusan masing masing... anehnya ngobrol nya masih nyambung tuuh.. weuuww..hebat hebat..hehhe.
Saya membuka laptop ku pelan, meng-on-kannya,memasukkan ID pada wifi kampus,lalu..pluuunggg..saya pun berenang eh terbang di dunia maya. Mengecek 'rumah maya' ku. Rumah pertama tentunya facebook ( 0_o :D ), saya ingin mengutak atiknya sedikit ,hmm mungkin ganti cover. Agak bosen dengan yang lama, sepertiii ...terlalu polos. Saya membongkar pic sebuah fan page kesukaan ku, kali aja ada gambar yang ku suka. Hmm ini dia.. I get it. Donwnload,,lalu change cover,,upload. Terganti!! Woow..keren..saya suka. Selang beberapa menit, ade saya yang kebetulan online menyukainya juga dan pengen cover yang sama. Sehati kali ya..hehheh.

Saking sukanya, saya pamerin tuh cover pada teman2 ku dan minta komentarnya. Waaowww... saya mendapatkan komentar yang beda tiap kepala haha. dan tidak ada yang sama dengan isi kepalaku.. waduuuhh... :D

"Waah keren.. ini jilbab gaul nih"
"Jilbab modern, Rahma.."
"Jibaban dengar musik,!!"
"Muslimah dalam cengkaraman teknologi... I like it"
bla bla bla...

Saya melongo. Bingung. Ko' komentnya nda ada yang sesuai hatiku ya..haha.
Menurut saya sendiri- yang suka sama pic nya- itu ajakan untuk akrab dengan teknology dan menggunakan dengan baik. Zaman sekarang teknology adalah suatu yang tak ter-elak-kan. Dan sebagian orang mungkin memasukkannya ke daftar kebutuhan primernya,,hehhhehe. Siapa pun dia termasuk muslimah berjilbab pun. Lalu.. ada anjuran "USE TECHNOLOGY WISELY!!". Nah ini dia main point nya. Lalu ada kutipan ayat QS 17 :36 "....pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan di tanyakan". Ini alasan kenapa saya sanagt suka :) Model tulisan ala sevent segment pada tulisannya menambah image tech pada pic. I do like it!! Lebay nih.. hehhehe

Tapi dari pertanyaan sederhana tentang foto sederhana ini, saya mengambil pelajaran besar. Saya tidak mungkin menyalahkan mereka yang tidak sependapat denganku. Setiap orang berhak menilai dari apa yang dilihat dan di tangkapnya. Menerima pendapat dan persepsi orang, tentunya memberikan celah celah untuk memikirkan hal lain. Termasuk,ketika kita ingin menyampaikan sesuatu, boleh jadi mereka tidak menangkap apa yang kita maksud.. ini nih yang harus di perhatikan. Kalo nda paham sih masih mending, tapi kalau malah di artikan hal yang laiiin alias salah paham... waah kan berabe tuuh :D

satu pic pun, bahkan menciptakan bermacam persepsi dan komentar :)

oia ini dia pic nya





Use Technology wisely!

#menyambutlelap
Mks, 24 Mei 2013, 00:34