Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Karena Allah Memilih Dia Untukmu, dan Memilihmu Untuknya
Selasa, 20 Mei 2014
Ada yang tak terurai dalam kata
Seperti pesan hujan oleh awan yang tak sampai
Seperti kekata yang diboyong angin
Bahwa dingin itu nyata…
Ada yang tak tersampaikan bahasa
Walau akhirnya nampak jua mata yang berkaca
Ah kawan..
Telingaku cukup tajam mendengar bebisik
Mataku masih jernih melihat kabut menyapu
Dan rasaku, masih cukup tajam menangkap asa asa yang patah
Diposting oleh
Rahma Afnan
di
Selasa, Mei 20, 2014
5
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
Nyanyian Rindu #1
Selasa, 07 Januari 2014
Diposting oleh
Rahma Afnan
di
Selasa, Januari 07, 2014
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
Celoteh Cinta #1
Kamis, 19 Desember 2013
Untukmu Aku menulis puluhan puisi
Lalu...
Aku merasa puisiku terlalu kaku
Untukmu
Aku menulis ratusan sajak
Lalu...
Aku merasa sajakku tak berkata
Lalu...
Aku merasa puisiku terlalu kaku
Untukmu
Aku menulis ratusan sajak
Lalu...
Aku merasa sajakku tak berkata
Diposting oleh
Rahma Afnan
di
Kamis, Desember 19, 2013
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
My Countri
Jumat, 29 November 2013
Indonesia Q...
negri indah nan menawan...
gunung, lembah, sawah, hutan,danau,sungai lautan..
apakah yg tak ada di sana..
Indonesia Q..
negri kaya raya...
emas yg menumpuk..
batu bara yg terpendam..
minyak bumi yg tersimpan..
apakah yg tak ada di sana..
tp dari mata mata pemilik negri ini...
berlinang air mata kemelaratan, ratapan kelaparan, ...
pendidikan, kesehatan,kehidupan yg layak..sepertinya hanya milik mereka yg punya kedudukan...
ketika para penguasa hanya memikirkan perutx sendiri...
memnigat kantongx sendiri...
hanya memikirkan bagimna rumah mereka berlntai 4, mobil mereka merek terkenal, berlibur ke luar negri...
sedang mata mereka buta terhadap penderitaan bangsa...
kelaparan,kebodohan,wabah penyakit,sarana kehidupan yg jauh dari kelayakn...
mata mereka tdk buta tp hatinya lah yang buta..
kpada siapa negara ini mennggantung harapan...
kepada siapa estafet kepemimpinn bangsa akan d serahkan...
kepdamu wahai saudaraku yg masih muda..
jaga masa mudamu..
jgn jerumuskan ia pada kelakuan konyol nan bodoh...
negri ini kaya akan orng yg mengaku intelek...tp kelkuanx jauh dr ucapanx..
bahkan hanya mmpu berkoar2 tanpa bukti...
peka terhadap penderitaan bangsa...
jangn terpengaruh oleh paham kapitalis yg di tanam kan barat..
krnitu jg bagian dr cara mereka mnghncurkan negri ini..
saatx berpikir kritis dan aksi yg nyata...
selalulah merasa memikul tanggung jawab...
tanggung jawab kejayaan agama dan bangsa...
krn ini tentng harkat dan martabat...
di pundak mu harapan itu di limpahkan...dan hapuslah air mata kehilngn harapan dr mata generasi bangsa ini...
untukmu yg mmncintai Indonesia..
created by : Rahma Afnan
afwan klo kurng runtut..
* kado untk sahabt seprjuangn di darul Aman..the memorize in dama maybe easly to forgot, but believe me,i still find yet someone to change you in my mind... Miss you so,,,sahabat..*
negri indah nan menawan...
gunung, lembah, sawah, hutan,danau,sungai lautan..
apakah yg tak ada di sana..
Indonesia Q..
negri kaya raya...
emas yg menumpuk..
batu bara yg terpendam..
minyak bumi yg tersimpan..
apakah yg tak ada di sana..
tp dari mata mata pemilik negri ini...
berlinang air mata kemelaratan, ratapan kelaparan, ...
pendidikan, kesehatan,kehidupan yg layak..sepertinya hanya milik mereka yg punya kedudukan...
ketika para penguasa hanya memikirkan perutx sendiri...
memnigat kantongx sendiri...
hanya memikirkan bagimna rumah mereka berlntai 4, mobil mereka merek terkenal, berlibur ke luar negri...
sedang mata mereka buta terhadap penderitaan bangsa...
kelaparan,kebodohan,wabah penyakit,sarana kehidupan yg jauh dari kelayakn...
mata mereka tdk buta tp hatinya lah yang buta..
kpada siapa negara ini mennggantung harapan...
kepada siapa estafet kepemimpinn bangsa akan d serahkan...
kepdamu wahai saudaraku yg masih muda..
jaga masa mudamu..
jgn jerumuskan ia pada kelakuan konyol nan bodoh...
negri ini kaya akan orng yg mengaku intelek...tp kelkuanx jauh dr ucapanx..
bahkan hanya mmpu berkoar2 tanpa bukti...
peka terhadap penderitaan bangsa...
jangn terpengaruh oleh paham kapitalis yg di tanam kan barat..
krnitu jg bagian dr cara mereka mnghncurkan negri ini..
saatx berpikir kritis dan aksi yg nyata...
selalulah merasa memikul tanggung jawab...
tanggung jawab kejayaan agama dan bangsa...
krn ini tentng harkat dan martabat...
di pundak mu harapan itu di limpahkan...dan hapuslah air mata kehilngn harapan dr mata generasi bangsa ini...
untukmu yg mmncintai Indonesia..
created by : Rahma Afnan
afwan klo kurng runtut..
* kado untk sahabt seprjuangn di darul Aman..the memorize in dama maybe easly to forgot, but believe me,i still find yet someone to change you in my mind... Miss you so,,,sahabat..*
Diposting oleh
Rahma Afnan
di
Jumat, November 29, 2013
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
Sahabat dalam Beku
Sabtu, 18 Mei 2013
Kenapa
layak nya ada jurang yang dalam
memisahkan tepimu dan tepi ku
Kenapa
bak hadir tembok pemisah
yang angkuh menjulang
memberi batasmu juga batasku
Inginku kembali
ketika kita bagai sekawanan merpati
mengangakasa bersama
melanglangbuana merajai jagad raya
Kini
inginku memeluk dirimu
merangkul erat dalam dekapku
menyatukan lagi detak detak yang memburu deru
menyamakan lagi nada dalam melodi
Inginku
kita meliuk bak kawanan ikan di lautan
bersama menyusuri samudra luas
#sahabat
layak nya ada jurang yang dalam
memisahkan tepimu dan tepi ku
Kenapa
bak hadir tembok pemisah
yang angkuh menjulang
memberi batasmu juga batasku
Inginku kembali
ketika kita bagai sekawanan merpati
mengangakasa bersama
melanglangbuana merajai jagad raya
Kini
inginku memeluk dirimu
merangkul erat dalam dekapku
menyatukan lagi detak detak yang memburu deru
menyamakan lagi nada dalam melodi
Inginku
kita meliuk bak kawanan ikan di lautan
bersama menyusuri samudra luas
#sahabat
Diposting oleh
Rahma Afnan
di
Sabtu, Mei 18, 2013
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
BERONTAKAN DALAM BISU
Selasa, 23 April 2013
Puisi
Aku rasanya terkepung oleh desakan desakan itu
Menampar nampar, medesak bak gelombang raksasa yag siap
mengahabisiku
Truss membisikkan kata yang ahh…
Aku pun sudah tahu..
Berhentilah memaksaku..
Ingin rasanya aku berteriak
Berteriak dengan sekeras yang aku bisa..
Melawan debur gelombang raksasamu yang nyaris membunuhku
Dan aku pun sudah melakukannya..
Tapi..
Pada siapa aku marah..
Pada siapa aku berteriak..
Pada duniakah??
Pada zamankah???
Pada keadaan kah
Pada pilihankah???
Aku..
Aku tauu…
Ini duniaku
Ini zamanku
Ini keadaanku
Dan ini pilihanku..
Tapi berhentilah memaksaku
Berhentilah memaksaku
di luar sanggupku..
Karena aku yakin, tanpa paksaan mu..
Tanpa gelombang mautmu..
Akan ku lewati samuderaku
Dengan inginku
Dengan impiku
^__^
-Rahma Hidayah Shaliha-
Diposting oleh
Rahma Afnan
di
Selasa, April 23, 2013
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
Remember Desember
Sabtu, 31 Desember 2011
Terpekurq menatap dalam samar
memandang kehampaan dalam hamparan..
menguak kabut kelam nan hitam..
Ah..ada asa tak tak berwujud rasa..
kembali aku terpaku dalam kegelapan..
terjerat dalam kebingungan yang membunuh..
Aku terdiam di persimpangan jalan..
Bingung dalam pilihan yang tak menjanjikan apa apa..
Andai mentari tak berjanji bersinar..
Akankah aku mati dalm gulita..?
Gulita yang berkuasa..
dan menertawakan kesendirian
Andai gerimis tak menjanjikan pelagi..
Akankah aku kaku dalam kabut..?
Kabut yang sembunyikan cahaya..
dan mnyimpan sejuta duka..
Aku mennti seberkas cahaya...
tuk terangi jalan ini..
masihkah ada untukku..?/
ataukah air mata kan temani langkah..
Aku tak menuntut pelngi itu indah
juga tak meminta mentari harus bersinar..
namun kusadari..
Akulah yang harus menguak kabut..
merentas gulita..
menjemput cahaya..
dan menyaksikan,,,
betapa indahnya pelangi setelah hujan...
betapa agung terbitnya mentari di penghujung malam...
*Salam Semangat Selalu*
Hmmm..
Remember Desember
dIpenghujunGdeSemberduariBUsebelas
memandang kehampaan dalam hamparan..
menguak kabut kelam nan hitam..
Ah..ada asa tak tak berwujud rasa..
kembali aku terpaku dalam kegelapan..
terjerat dalam kebingungan yang membunuh..
Aku terdiam di persimpangan jalan..
Bingung dalam pilihan yang tak menjanjikan apa apa..
Andai mentari tak berjanji bersinar..
Akankah aku mati dalm gulita..?
Gulita yang berkuasa..
dan menertawakan kesendirian
Andai gerimis tak menjanjikan pelagi..
Akankah aku kaku dalam kabut..?
Kabut yang sembunyikan cahaya..
dan mnyimpan sejuta duka..
Aku mennti seberkas cahaya...
tuk terangi jalan ini..
masihkah ada untukku..?/
ataukah air mata kan temani langkah..
Aku tak menuntut pelngi itu indah
juga tak meminta mentari harus bersinar..
namun kusadari..
Akulah yang harus menguak kabut..
merentas gulita..
menjemput cahaya..
dan menyaksikan,,,
betapa indahnya pelangi setelah hujan...
betapa agung terbitnya mentari di penghujung malam...
*Salam Semangat Selalu*
Hmmm..
Remember Desember
dIpenghujunGdeSemberduariBUsebelas
Diposting oleh
Rahma Afnan
di
Sabtu, Desember 31, 2011
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)

