KARENA KITA BEGITU BERHARGA.

Jumat, 29 November 2013



Melihat judulnya tentu ingat iklan salah satu produk perawatan wajah kan? Produk kecantikan wanita tentunya. Karena kita begitu berharga., benar ga siih?? Yup! tentu saja benar banget.
 Pertama kita akan sangat berharga ketika kita merasa bahwa kita memang begitu berharga, lantas apa tolak ukur seseorang berharga?? Sebenarnya kita mau di hargai dari sisi mana?? Kita yang tentukan apa yang dari diri kita yang membuat kita begitu berharga.
Akhwati, tentu saja dirimu begitu berharga, dari sisi manapun. Bukankah Rasulullah sudah mengatakan bahwa,” dirimu adalah sebaik perhiasan dunia”.  Maka berarti dirimu sangat berharga.
Ada yang bilang, bagaimana orang lain menghormati dirimu, jika engkau sendiri tidak menghormatinya. Bagamana siih menghormati diri sendiri sebenarnya. Yuk … kita bahas.
Well, sebenarnya kita dapat menghargai diri kita sendiri, bukan berarti harus songong dan sombong dan mengatakan kita tidak level dengan orang orang yang di bawah kita. Itu mah, malah membuat kita jatuh di mata orang. Dan ingat menghargai diri sendiri itu bukan tujuannya semata semata kita punya level tertentu di mata sesama yaa.  
Di antara yang bisa kita lakukan adalah :
Rendah hati, pernah dengar pepatah, semakin seseorang rendah hati, maka semakin tingggi kedudukannya di hadapan manusia. Dan orang yang sombong itu seperti seseorang yang berdiri di atas gunung, dia merasa tinggi dan melihat orang lain itu kecil, padahal orang pun melihatnya begitu kecil pula.
Nutup aurat.; apakah ini aturan agama tertentu saja?? Menurutku bukan ya. Karena tidak ada agama yang memerintahkan pemeluknya untuk tidak berbusana kan? Nah sebatas aturan aturan itu dan apa yang menjadi pandangan masyarakat umum, hormatilah dirimu sendiri.
Khusus untuk muslimah, tentu ini kewajiban yang tidak pake tawar menawar kan? Nutup aurat sebagai ketaatan dan juga untuk kemuliaan. Ayolaah, dirimu tidak diciptakan untuk membuat mata setiap orang terhibur dengan kecantikan tubuhmu. Wanita itu perhiasan terindahkan, sudah pasti tempatnya pada tempat tempat tertentu, tidak dilihat dan di sentuh oleh sembarang orang kan?? Pernah dengar cerita tentang mutiara 1000 karat.? Ada dalam salah satu novelnya Bang Tere.:) , di mana mereka menyimpannya. Di sebuah ruangan di lantai tertinggi gedung paling tinggi di ibu kota. Dengan system security pendeteksi gerakan yang sangat tinggi. Gerakan, bahkan cahaya yang tidak di izinkan akan cukup membuat alarm pencuriannya berbunyi. Belum petugas yang menjaganya. Kenapa mereka berbuat seperti itu, karena harganya mahal. Sangat sangat mahal, pake banget deeh mahalnya. Tapi seseorang berniat mengambilnya dengan nekad. Dan berhasil., yaa hanya orang nekad lah yang kemudian bisa memperolehnya. Eh jangan di tiru bahwa yang mengambil itu pencuri yaa.
Yuk belajar menghargai diri sendiri.  Menutup aurat, menjaganya, menjadikannya harta yang tak terbeli dengan uang, menjadikannya mutiara berharga. Menjaga yang harus kita jaga, memegang prinsip diri sendiri. Berbeda?? Tak masalah. Di hadapan Allah, kau hanya bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Dan juga tak ada yang mau menjadi tameng bagimu dari perhitungan Allah.
Tetaplah menjadi mutiara, karena kita begitu berharga ^_^




Rahma Afnan
Makassar 3 Nopember 2013

Karena Memaafkan itu Lebih Mulia dan Bahagia itu Pilihan

Rabu, 30 Oktober 2013

Manusia, hidup berdampingan dengan manusia lainya. Dalam kehiduan sosial, dalam hariannya. Dan juga sudah menjadi ketetapanNya, bahwa manusia bertempat pada salah dan lupa. Kepada Tuhannya saja dia sering bersalah, apalagi pada sesamanya. Pada aturan Tuhanya pun di suka lupa, apalagi pada aturan aturan atau apalah namanya yang bersumber dari manusia.
Nah, teman teman, pernah nda merasa, seseorang bersalah kepada kita dan dia seharusnya minta maaf.? Tentu saja pernah ya.. hehhe. Dan itu tentu saja bikin dongkol bukan? Rasanya greget minta ampun, dan tentu saja berbagai hujatan dan mungkin sumpah serapah akan terbit di hati dan masih bagus kalau nda keluar di mulut, heheh. Si dia egois laah,nda peka, mati rasa mungkin de el el.
Teman teman, rasa seperti itu tentu saja hal yang biasa dalam keseharian kita. Kita berinteraksi dengan banyak orang tiap harinya. Keluarga, teman teman, lingkungan sekitar hingga orang orang yang kita tidak kenal pun, kita berinterkasi dengan meraka. Bukan hanya di dunia nyata, dunia maya pun sebenarnya kita lebih sering berhadapan dengan orang orang yang bahkan kita tidak pernah saling sapa di dunia nyata. Apalagi sekarang perkembangan dunia teknology di banjiri dengan aplikasi aplikasi yang memudahkan untuk berkomunikasi. Maka tentu saja hal yang membuat kesal dan timbul kesalah pahaman adalah hal biasa dan sesuatau yang bisa terjadi kapan saja.
Nah, saya ingin bahas dua hal yang berkaitan dengan ini.
  1. Menjaga diri darinya. Bagamanapun kita harus menjaga jaga dan mengawasi diri sendiri jangan sampai menjadi penyebab kesalahan atau meminimaliskan kesalahan yang kita lalukakan. Walaupun tentu saja tidak serta merta kita akan luput dari kesalahan dan bersinggungan perasaan dengan sesama. Sudah menjadi ketetapan,kita tetap akan pernah berbuat salah, yang di perlukan hanyalah meminimalisnya dan selalu mengawasi diri.
  2. Memaafkan. Adakalanya kita merasa berada di pihak yang dirugikan dari sebuah insiden kesalahpahaman. Lalu kita perpikir seseorang yang memicu hal tersebut harusnya meminta maaf. Tapi dia acuh tak acuh saja. Jika saja kita masih mengharapkan minta maafnya, tentu akan terasa angat menyakitkan bukan. Nah,ini dia kuncinya, MEMAAFKAN.! Berat?? Tentu saja! Siapa bilang memaafkan mudah? Itulah sebabnya kenapa kedudukan orang yang memaafkan itu mulia. Bahkan katanya, ada yang masuk surga karena memaafkan orang yang bersalah padanya setiap akan tidur dimalam harinya. (allahu a’lam shahih ato tidak).

Tapi, jadilah pengatur untuk diri kita sediri. Kitalah yang menentukan kita mau bahagia atau tidak. Memilih memaafkan atau mendendam.  Mengharapkan seseorang melakukan sesuatu adalah menginginkan hal yang bukan berada di bawah kendali kita. Kita hanya perlu melakukan apa apa yang bisa kita kendalikan. Memaaafka adalah seseuatu yang bisa kita lakukan dan kita bisa bahagia karenanya,mengharapkan orang minta maaf adalah seseuatu yang tidak bisa kita paksa dan bila di biarkan membawa penderitaan hati.

Kita menjadi penentu pada apa yang kita rasakan. Begitu juga halnya ketika kita mengharapkan seseorang memberikan seseuatu pada kita. Hal itu menandakan kita menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain. Akan terus jengkel sampai orang itu minta maaf. Merasa di abaikan ketika orang lain tidak memberi hadiah pada event istimewa de el el. Marah dan dendam itu banyak akibat negatifnya lhoo, kurus, muka tua,.hhahha, sistem imun turun, dan cape. Padahal kalo kita memaafkan, masalah selesai. Urusan dia, mau merasa atau tidak. Doakan saja semoga segera kembali ke jalan yang benar. Hehhe. Toh, mungkin lain hal kitalah yang membuat kesalahn dan tidak merasa bersalah (na’dzubillah). Ada satu kutipan dari film yang pernah saya nonton (lupa judulnya.. hehhe) “Memaafkan adalah memberikan sedikit ruang pada rasa benci.”

Mari memulainya dari diri sendiri. Jadilah sahabat yang memberi bukan mengharapkan pemberian.  Memaafkan duluan sebelum orang lain minta maaf. Karena Memaafkan lebih mulia  ^_^. Life is a matter of choice. Kitalah yang menentukan pilihan. Memilih memberi atau mengharap pemberian. Memilih memaafkan atau mendendam. Memilih mencintai atau membenci. Memilih bahagia atau derita. ^_^

Makassar, 28 Oktober 2013

BEKERJA KERAS,CERDAS DAN IKHLAS

Kamis, 24 Oktober 2013


Tadi pagi saya mendengarkan sebuah rubric majalah udara di radio kesukaan saya.
Pembahasan nya menarik. Setidaknya cukup untuk membuat saya menunda menyapu lantai dan memilih menyimaknya hingga akhir. Temanya cermin diri. Tentang Bekerja dengan keras, cerdas dan ikhlas.
Saya ingin menyimpulkannya sedikit.
Bekerja keras, cerdas dan ikhlas,mari kita bahas satu persatu.
Bekerja keras,
Sebagian orang sukses adalah orang yang ‘bandel’. Bandel dengan kerjaannya, ketika kegagalan menghadangnya, ketika kelelahan menghentikannya dan dan godaan lain yang datang membujuknya untuk berhenti. Dia bandel, pantang menyerah dan memilih setia. Setia pada yang di usahakannya, menyingkirkan kelelahan, melewati kegagalannya dan mengabaikan seluruh godaan lainnya hingga   mencapai apa yang di usahakannya,meraih mimpi, meraih cita dan menggenggam suksesnya.
Penyiar menyebutkan kisah Sahabat Rasulullah SAW (sayang saya lupa namanya) yang bekerja keras. Nabi SAW memujinya. Muslim yang berusaha dan bekerja keras untuk kehidupannya tentu lebih mulia dari mereka yang hanya mengharap dari orang lain.
Berikutnya adalah Soichiro Honda. Siapa yang tidak mengenalnya?? Founder perusahaan otomotif raksasa dunia. Dia bukanlah seseorang dengan kemampuan intelektual yang jenius. Tapi keuletannya yang menjadikannya seperti yang kita kenal.

Bekerja Cerdas,
Ya, tidak cukup bekerja keras, sebagai manusia kita harus bekerja cerdas. Akal, gunakan karunia Allah yang satu ini dengan sebaik mungkin. Dengan kemampuan yang terbatasnya manusia, mungkin fisik,  financial, atau apalah ketidakmampuan yang lain. Maka cerdaslah mencari jalan keluarnya. Tentu saja bukan maksudnya untuk menempuh jalan yang licik. Tapi kreatif dalam hal yang baik,mengatasi kelemahan dan tetap mampu melakukan hal hal yang positif dan produktif.
Sebagai contoh kasus, seseorang belajar matematika untuk ujian, maka belajar keras dengan menghafal mati-matian rumus dan turunannya saja tidak cukup.walaupun kelihatanya dia sudah belajar dan menghafal semuanya. Dia butuh latihan, mengerjakan soal soal. Sebab jelas, matematika adalah pelajaran exacta, bukan hafalan. BEKERJA CERDAS!

Yang ketiga adalah bekerja IKHLAS.
Manusia yang bekerja dengan keras dan cerdas saja tidak cukup. Semua pekerjaan pasti punya tujuan bukan?? Tidak mungkin orang kerja keras tanpa tujuan, bego namanya! Nah,ini dia. Ketika tujuan dari seluruh kerja kita hanyalah untuk pencapaian dunia, di lihat oleh manusia lantas di puji, mendapatkan materi, maka yakinlah suatu saat kita akan cape. Tidak akan melakukakannya ketika tidak ada yang melihat, akan kecewa ketika di cela dan putus asa ketika ketika tidak dapat materi atau imbalan atau apalah semacamnya. Lelah. Mengikuti kehendak orang dan bukan dorongan dari dalam diri sendiri.
Ikhlaslah, melakukan, bekerja atau beramal untuk sesuatu yang abadi.Untuk Yang Maha Kekal, Yang Melihat perbuatan sekecil apapun,Tidak Tidur, Membalas kebaikan sekecil apapun. Apa yang kita ragukan dari-NYa?? Dan apa yang kita harapkan dari manusia yang terbatas dan dunia yang sementara?  Tidak ada yang sia sia di mata-Nya sepanjang kita ikhlas. Seorang muslim di ajarkan  bahwa keikhlasan salah satu tonggak di terimanya amalnya. Bekerja karena Allah, bukan karena pujian, imbalan, atau dunia semata. Yang duniawi itu memang perlu, tapi ketika kau melakukannya semata mata untuk tujuan itu, percayalah,kau  akan cape’ dan bersiaplah kecewa sebesar kau mengusahakannya. Ketika kita mengejar akhirat, maka dunia akan mengikuti kita, tapi jika mengejar dunia,maka rasa capelah yang kita daptkan, karena kita tidak akan pernah puas.

Recommended
RAM, 92,5 FM untuk Makassar dan sekitarnya.
Majalah Udara, Voice Of Islam, kerja sama MediaIslamNet dengan radio2 FM.  bisa mendengarnya dengan radio FM di kota masing2. Cari tauu deeh radio mana yang nyiarin. Atau buka websitenya media Islam Net, list radio kerja sama mereka. Untuk Makassar siarannya bisa di dengarkan pukul 06.30 pagi. Ada juga siaran siang dan sorenya, tapi saya kurang ingat pukul berapa.

BEKERJA, KERAS, CERDAS DAN IKHLAS!
^_^