BERONTAKAN DALAM BISU

Selasa, 23 April 2013


Puisi

Aku rasanya terkepung oleh desakan desakan itu
Menampar nampar, medesak bak gelombang raksasa yag siap mengahabisiku
Truss membisikkan kata yang ahh…
Aku pun sudah tahu..
Berhentilah memaksaku..

Ingin rasanya aku berteriak
Berteriak dengan sekeras yang aku bisa..
Melawan debur gelombang raksasamu yang nyaris membunuhku
Dan aku pun sudah melakukannya..
Tapi..
Pada siapa aku marah..
Pada siapa aku berteriak..
Pada duniakah??
Pada zamankah???
Pada keadaan kah
Pada pilihankah???

Aku..
Aku tauu…
Ini duniaku
Ini zamanku
Ini keadaanku
Dan ini pilihanku..
Tapi berhentilah memaksaku
Berhentilah  memaksaku di luar sanggupku..
Karena aku yakin, tanpa paksaan mu..
Tanpa gelombang mautmu..
Akan ku lewati samuderaku
Dengan inginku
Dengan impiku
^__^
-Rahma Hidayah Shaliha-

Makassar Macet

Senin, 22 April 2013




Salah satu realita yang kita jumpai belakangan ini adalah macet. Yaa..Makassar macet. Ini adalah hal yang menjadi konsekuensi dari pembangunan  dan perkembanagn ekonomi yang tidak seimbang. Makassar yang katanya sudah metropolitan, menjadi mustahil baginya jika terhindar dari masalah macet, jika tidak berimbang dengan perubahan system pembangunan atau system transpotasi.
Yang mengherankan adalah, masyarakat kita lebih suka menjadi komentator dan mengkritik dari pada membantu pemerintah mencarikan solusi untuk ini. Atau setidaknya jika tidak bisa membantu menemukan solusi, maka berusahalah menajdi warga Negara yang baik, yang taat pada peraturan lalu lintas. Yaa bagiamanapun lalu lintas itukan milik kita bersama. Yang pakai bukan hanya satu atau dua orang saja. Dan bukan hanya pemerintah saja.
Harusnya kita semua merasa memiliki tanggung jawab untuk masalah macet ini. Bukan hanya mengomel dan selalu menyalahkan pemerintah. Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan.
Salah seorang pengamat mengatakan bahwa diantara penyebab macet di Makassar adalah kurangnya akses ‘jalan lingkar luar dan juga karena Makassar menggunakan system transportasi campuran.
Kurangny akses jalan lingkar luar,dimana seharusnya ada jalan yang langsung menghubungkan  Timur dan barat tanpa ada hambatan,semacam fly over misalnya. Ini akan sangat membantu, menghindadarkan makassardari macet. Belejar dari kota kota kecil yang sedang dalam pembangunan, seperti Gorontalo, sudah membangun jalan jalan akses lingkar luar, itu merupakan antisipasi awal, jika kelak kota itu sudah maju dan perkembanagn ekonomi yang sangat pesat. Yang kedua adalah system transporttasi yang masih campuran, dimana kita jumpai di Makassar ini, mobil,motor, becak,bentor berada pada lokasi yang sama. Ini juga merupakan penyebab macet paling besar. Di kota kota maju dunia, yang menejemen dan tata kotanya sudah bagus,kita tidak lagi menjumpai system transportasi seperti ini. Ada baiknya jika di lakukan pembagian kawasan beroperasi untuk tiap tiap jenis angkutan. Agar terciptanya lingkungan dan transportasi yang baik. Karena transportasi suatu kota juga bisa menjadi citra tersendiri untuk kota itu sendiri. Dan mari mulai dari diri sendiri. Ketika kita tidak bisa mengubah apa yang ada di luar jangkauan kita, maka unbahlah mulai dari yang terjangkau dulu. Yaitu diri kita sendiri.

Menulis, dari kewajiban sampai sekedar hobby



Ada banyak alasan orang untuk menulis.  Mulai dari kewajiban, alasan financial, kepopuleran, berkontribuasi pada peradaban atau hanya sekedar menyalurkan hobi. Karena alasan alas an itu pula,maka kita jumpai begitu banyak macam dan aneka jenis tulisan yang muncul. Orang menulis , atau budaya menulis, berusia hampir sama dengan sejarah manusia. Yaa karena masa seblum mengenal tulisan di sebut masa prasejarah, jadi boleh di katakana menulis adalah awal di mana manusia mengenal peradaban.
Dari tulisan tulisan itu kita kenal kehidupan dahulu. Dan dari tulisan sekaranag kita bisa merekayasa masa depan. Dan menjadikan nama kita abadi di masa datang.
Memulai menulis memang agak susah, apalagi untuk penulis pemula. Tapi seiring waktu dan giat berlatih, tentu kendala kendala seperti itu akan hilang dengan sendirinya. Membaca adalah hal yang selalu beriringan dengan menulis. Seorang penulis yang rajin memebaca, akan keliatan bisa menghasilkan tulisan yang bagus. Ini di karenakan dengan membaca kita akan menemui  beragam gaya tulisan penulis penulis lain. Dan bendahara kosa kita semakin banayak. Ini tentu saja sangat berguna bagi aktivitas menulis kita.
Semakin banyak buku yang kita baca, artikel atau apaun itu, semakin banyak wawasan kita dan bisa dengan mudah menghasilkan tulisan baru. Entah  itu menulis menyimpulkan apa yang kita baca, atau sampai menghasilkan tulisan dengan tema baru.  Dari membaca pula, kita akan tau pola pikir sang penulis.  Darinya kita belajar untuk lebih menata tata cara kita menulis, agar denganya menghasilkan tulisan yang baik, yang merupakan cerminan pola pikir kita sebagai penulis.